Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
[email protected] Portal Akademik Masuk
  1. Beranda
  2. Berita
  3. Detail Berita
DEMOKRASI AKAR RUMPUT DI PERSIMPANGAN: Potret Pemilihan Ketua RT 02 Kelurahan Bangkala yang Diwarnai Konflik, Harapan, dan Perjuangan Hak Pilih Warga

DEMOKRASI AKAR RUMPUT DI PERSIMPANGAN: Potret Pemilihan Ketua RT 02 Kelurahan Bangkala yang Diwarnai Konflik, Harapan, dan Perjuangan Hak Pilih Warga

Mahasiswa Prodi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar melakukan penelitian lapangan terkait pemilihan Ketua RT 002/RW 002 Kelurahan Mangala, Kecamatan Bangkala, Kota Makassar, pada 3 Desember 2025. Penelitian ini merupakan bagian dari Praktikum Kompetensi Mata Kuliah Pengantar Sosiologi berdasarkan SK Dekan Nomor 42 Tahun 2026 dengan pembimbing Dr. Syarifuddin Jurdi, S.Sos., M.Si.

Pemilihan Ketua RT yang semestinya menjadi pesta demokrasi warga justru diwarnai ketegangan akibat sejumlah warga tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Situasi sempat memanas hingga proses pemungutan suara dihentikan sementara. Ketua panitia mengakui adanya masalah distribusi undangan yang menyebabkan beberapa warga kehilangan hak pilih mereka.

Dua kandidat bersaing dalam pemilihan tersebut. Calon petahana, Bapak L, mengusung pendekatan partisipatif dan dekat dengan warga, sementara Ibu I menawarkan kepemimpinan yang lebih terstruktur dengan fokus pada ketertiban, kebersihan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Perbedaan gaya kepemimpinan keduanya menjadi perhatian utama dalam penelitian mahasiswa.

Tim peneliti menemukan sejumlah persoalan demokrasi lokal, mulai dari lemahnya pendataan pemilih, minimnya sosialisasi, hingga dugaan praktik politik transaksional seperti pembagian sembako dan serangan fajar. Kondisi ini dinilai mencerminkan masih lemahnya kualitas demokrasi di tingkat akar rumput.

Meski demikian, proses pemilihan tetap menunjukkan adanya upaya transparansi melalui penghitungan suara terbuka dan pelibatan saksi dari masing-masing calon. Panitia juga menghadirkan pihak kelurahan sebagai penengah untuk meredam konflik yang terjadi di lokasi pemilihan.

Dari hasil penelitian, mahasiswa merekomendasikan pembaruan data warga secara berkala, peningkatan keterbukaan informasi pemilihan, penyediaan mekanisme verifikasi tambahan bagi warga tanpa DPT, serta pengawasan terhadap praktik politik transaksional. Penelitian ini menegaskan bahwa demokrasi di tingkat RT merupakan cerminan penting kualitas demokrasi nasional secara keseluruhan.